MASKULINITAS DALAM IKLAN GILLETTE WHAT BEST MAN CAN BE (ANALISIS SEMIOTIKA MODEL ROLAND BARTHES DALAM IKLAN GILLETTE WHAT THE BEST MAN CAN BE)

DWIPUTERA, RYZAL (2019) MASKULINITAS DALAM IKLAN GILLETTE WHAT BEST MAN CAN BE (ANALISIS SEMIOTIKA MODEL ROLAND BARTHES DALAM IKLAN GILLETTE WHAT THE BEST MAN CAN BE). Skripsi thesis, UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG.

[img] Text
COVER.pdf

Download (56kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (36kB)
[img] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (60kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (123kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (80kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (251kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (38kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (46kB)

Abstract

Skripsi yang penulis tulis ini berjudul “Maskulinitas dalam Iklan Gillette What The Best Man Can Be (analisis semiotika model Roland Barthes dalam iklan Gillette what the best man can be)”. Tujuan penulisan skripsi ini adalah selain sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata satu (S1) juga untuk mengetahui makna maskulin yang dikomunikasikan oleh iklan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penellitian kualitatif dengan jenis analisis semiotika menggunakan semiotika dua tahap Roland Barthes. Semiotika dua tahap Roland Barthes sendiri adalah model yang hampir digunakan dalam setiap penelitian semiotika, model ini membongkar makna denotasi kemudian pada tahap selanjutnya membongkar makna konotasi dan mitos. Analisis dilakukan dengan observasi iklan Gillette dengan didukung dengan data dari berbagai sumber seperti, buku, jurnal, skripsi terdahulu, juga wawancara. Iklan Gillette ini merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh Gillette untuk meredefinisikan makna maskulinitas di tengah banyaknya masyarakat yang masih memaknai maskulinitas dengan pemahaman yang tradisional, seperti perempuan adalah subordinat dari laki-laki sehingga seringkali muncul kejadian perlakuan yang semena- mena terhadap perempuan yang berujung pada pelecehan dan kekerasan seksual, laki- laki melakukan kekerasan adalah hal yang wajar bahkan satu-satunya cara untuk memecahkan masalah serta laki-laki tidak diperbolehkan menunjukan emosi yang berlebihan. Kesimpulan penelitian ini menginformasikan apa yang iklan Gillette ini maksud yaitu untuk meredefinisi makna maskulin untuk mengurangi tindakan-tindakan maskulinitas beracun yang selama ini mungkin tidak disadari telah dilakukan oleh sebagian laki-laki. Oleh Karena itu penulis berharap dengan segala keterbatasan dan ketidaksempurnaan, skripsi ini dapat berguna dan dapat membuka pandangan baru terhadap makna maskulinitas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: maskulinitas, maskulinitas beracun,iklan Gillette, semiotika, Roland Barthes.
Subjects: Skripsi S1 > Ilmu Komunikasi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik (FISIP) > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: pustakawan
Date Deposited: 12 Jun 2020 02:59
Last Modified: 12 Jun 2020 02:59
URI: http://repository.usbypkp.ac.id/id/eprint/562

Actions (login required)

View Item View Item